PAPER

KERJASAMA

1e

Penguatan Proses Reintegrasi Sosial Mantan Warga Binaan Pemasyarakatan (WARBINPAS) Beresiko Tinggi di Sulawesi Tengah. Kerjasama: Celebes Institute, Search For Common Ground, Kemenkum HAM RI & DITJENPAS.

1. Konsolidasi Pokja Reintegrasi Sosial dan Sosialisasi Program

2. Dialog Komunitas di 8 Kelurahan/Desa Kab.Poso

3. Kunjungan ke Tokoh Budaya

4. Kunjungan ke Oganisasi Kagamaan di Poso

5. Diskusi budaya: Seni-Budaya Sebagai Media yang Relevan dan Strategis Dalam Penanganan Kekerasan Ekstremis di Poso”

6. Workshop: “Penguatan Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif”

7. Meeting Stakeholder

AIDA-Celebes Institute

napiter

Poso, 5-12, 26-27 Januari 2018.

I. Aliansi Indonesia Damai (AIDA) kerjasama dengan Indonesia Strategic    Policy Institute (ISPI) melakukan Assessment Dampak Program Pemberdayaan Ekonomi Mantan Narapidana Teroris di Indonesia pada Agustus hingga November 2017. kegiatan ini dilakukan terhadap 38 orang eks narapidana terorisme dan eks kombatan yang pernah mendapatkan bantuan program ekonomi di tiga wilayah yaitu Jabotabek (11 eks napiter), Lamongan (17 eks napiter dan kombatan) dan Poso (10 eks napiter dan kombatan).

variabel utama yang diukur dalam penelitian ini adalah dampak ekonomi yang diukur dari pekerjaan dan pendapatan saat ini dan tingkat radikalisme. Alat ukur yang digunakan:

1. Instrumen radikalisme untuk mengukur derajat radikalisasi.

2. Alat ukur indikator dampak ekonomi yakni Subejective Wellbeing Scale, Domain Life Satisfaction Scale dan pengukuran status ekonomi yang mengadaptasi sensus ekonomi.

Hasil Assessment: 

1. Ditemukannya praktek-praktek terbaik program pemberdayaan ekonomi eks-narapidana teroris (NAPITER) dan eks-kombatan, sebagai bagian bagian dari upaya deradikalisasi dan reintegrasi sosial, yang dilakukan sejumlah lembaga pemerintah maupun non-pemerintah.

2.  Perlunya penguatan semangat atau motivasi untuk eks-narapidana dan eks-kombatan dalam menjalankan  usaha untuk masa depan mereka yang lebih baik.

II. Serial Engagement Meeting (SEM)

kegiatan ini memberikan gambaran tentang hasil ASSESSMENT  dan hal-hal yang perlu dilakukan kepada eks-napiter dan kombatan. adapun para peserta dikegiatan tersebut adalah Pemerintah Daerah Poso, Pengusaha, tokoh Agama, tokoh masyarakat, akademisi dan Non Goverment Organitation (NGO) dengan paradigma baru. yakni program pemberdayaan:

1.  Berbasis data hasil Assessment

2. Keterlibatan semua instansi pemerintah, kepada desa, swasta dan NGO dimana masing-masing memiliki binaan.

3. Monitoring dan evaluasi yang menjadi rujukan untuk program pemberdayaan di tahun berikutnya. menindak lanjuti assessment dan SEM tersebut, AIDA akan melaksanakan pelatihan penguatan usaha eks-napiter dan eks-kombatan di Poso. bertujuan:

a. Meningkatkan motivasi kewirausahaan peserta

b. Meningkatkan kemampuan dan skil peserta

c. Meningkatkan aspek disengagement/deradikalisasi melalui dialog dengan tim perdamaian AIDA.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh:

Aliansi Indonesia Damai (AIDA) dan Celebes Institute

Didukung Oleh:

PPIM UIN Syarif Hidayatullah

CELEBES INSTITUTE-BALITBANGDA SULAWESI TENGAH

Studi Perubahan Tata Guna dan Efektifitas Program Redistribusi Lahan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Penelitian etnografi Sulawesi Tengah, seabad terakhir boleh dibilang cukup banyak namun sayangnya hasil-hasil penelitian tersebut belum menjadi rujukkan pemerintah dalam mengambil kebijakan. Berangkat dari Konferensi Internasional yang sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah yang diadakan oleh kerjasama Celebes Institute, Yayasan Tanah Merdeka dan Program Studi Antropologi Untad, berhasil mempertemukan lebih dari dua puluh ahli Sulawesi Tengah dari berbagai universitas dalam dan luar negeri di akhir tahun 2016. berawal dari konferensi itu pula, terbangun sebuah ide untuk merancang penelitian bersama antara Celebes Institute, Yayasan Tanah Merdeka dan beberapa Dewan pakar Celebes Institute sebagai mentor peneliti, sekaligus merumuskan tema penelitian: Studi Perubahan Tata Guna dan Redistribusi Lahan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. yang direncanakan dilakukan pada tahun 2017. akhirnya di awal tahun 2017, Celebes Institute dan Yayasan Tanah Merdeka dengan dukungan BALITBANGDA Sulawesi Tengah, melakukan penelitian di empat lokasi;

  1. Desa Lonebasa, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi
  2. Desa Lawe, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi
  3. Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi
  4. Ngata Katuvua Dongi-dongi.

Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan pertimbangan sebagai berkut:

  1. Desanya menjadi objek  program nasional “reforma agraria” dan Perhutanan Sosial
  2. Walaupun tidak menjadi objek reforma agraria dan Perhutanan Sosial namun, rentan terjadi konflik agraria.

Penelitian ini, menggunakan waktu 6 Bulan, Juli hingga Desember 2017, yang dibagi beberapa tahapan: Pra dan Pasca Riset, (lihat bagian di Bawah)

Adapun metode yang dilakukan dalam penelitian ini sebagai berikut:

       1. Penelitian Kualitatif

       2. Teknik Pengumpulan data:

            2.1. Studi Dokumen (Kebijakan, Undang-undang, Peraturan, Peta dan hasil-hasil penelitian).

            2.2. Observasi Partisipatif

            2.3. Sensus Agraria

            2.4. Wawancara Mendalam

            2.5. FGD

            2.6. Pemetaan Partisipatif

Waktu dan Bentuk Kegiatan

Juli 2017

  • Workshop Penelitian
  • Studi Literatur

Agustus-Oktober 2017

  • Wawancara Mendalam
  • Sensus Agraria
  • Pemetaan Partisipatif
  • 0

November-Desember 2017

  • Penulisan Draf Penelitian
  • Seminar Draf Penelitian
  • Finalisasi Hasil Penelitian
  • Seminar Hasil Penelitian

BERITA

Program Deradikalisasi Tak Sentuh Akar Persoalan di Poso

Palu – Program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) terhadap kelompok-kelompok radikal di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), sejauh ini tidak menyentuh akar-akar persoalan di masyarakat. Kondisi ini menyebabkan masalah radikalisme tak kunjung bisa dihentikan di wilayah bekas konflik komunal paling parah dan menelan ribuan korban jiwa sejak Desember 1998 hingga awal 2007 tersebut.

Direktur Celebes Institute Adriany Badrah mengatakan kepada SP, Kamis (21/7), program deradikalisme yang diterapkan BNPT lebih mirip operasi militer yaitu operasi teritorial yang justru membuat masyarakat merasa tidak tenang karena selalu terus dicurigai keberadaannya.

poso1
  • Celebes Institute adalah organisasi intelektual sebagai bagian dari gerakan sosial yang memproduksi, mengelola, merefleksikan pengetahuan dan informasi untuk perubahan sosial yang melahirkan pengelolaan SDA, kebijakan pembangunan dan resolusi konflik yang berkeadilan di Sulawesi Tengah.
  • Kantor

    Jl. Tanjung Manimbaya No.111, Tatura Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, 94111.

  • Email

    celebesi@celebesinstitute.org

  • Kunjungi Kami

    Jl. Tanjung Manimbaya No.111, Tatura Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, 94111.

  • Website Kami

    http://celebesinstitue.org

  • 0853-9626-1055

HUBUNGI KAMI